Untuk kamu yang di tahun 2021 ini jadi peserta didik baru, ada langkah baru loh dalam ketetapan ketentuan zonesi DKI Jakarta. Sudah mengetahui atau memang belum? Bila belum, baca baik ya beberapa ketetapan yang hendak ditulis sesudah ini. Disamping itu, baca dengan jeli supaya tidak salah pemahaman mengenai ketetapan zonesi baru.
Sekarang ini, ketentuan zonesi yang diterapkan ada ketidaksamaan dengan ketetapan tahun awalnya. Ada ketidaksamaan pada fokus dalam terima peserta didik baru. Ini dilaksanakan dalam rencana membuat mekanisme akseptasi peserta didik baru yang lebih efisien dari tahun awalnya.
Apa ketentuan baru zonesi yang diberilakukan? Berikut akan diterangkan dengan detail.
Ketentuan Zonesi DKI Jakarta 2021
Dalam ketentuan anyarnya, DKI Jakarta lakukan zonesi berdasar 3 fokus yang sesuai rumah peserta didik baru dengan sekolah yang jadi tujuan peserta didik.
Ke-3 fokus yang diterapkan ialah seperti berikut:

  1. Fokus satu
    Untuk fokus pertama ialah untuk peserta didik yang tempat tinggalnya berdempetan atau benar-benar dekat sama sekolah tujuan. Lokasinya benar-benar bersisihan. Misalkan, rumah peserta didik dan sekolah ada pada sebuah Rukun Tetangga (RT).
    Dengan pengertian, jika peserta didik baru yang ada pada sebuah RT dengan sekolah tujuan akan jadi fokus utama pertama kali yang diterima lewat penyeleksian zonesi. Tetapi tidak itu saja, ada dua kembali fokus yang diberi dalam ketentuan zonesi terkini.
  2. Fokus dua
    Bila fokus satu diberi pada peserta didik yang ada pada sebuah RT dengan sekolah tujuan, karena itu untuk fokus ke-2 dikasih ke peserta didik dengan potongan lokasi yang sedikit lebih luas, yaitu Rukun Warga(RW).
    Bila kamu tidak pada sebuah RT dengan sekolah lokasi yang kamu incar, karena itu ada penyeleksian zonesi dengan fokus ke-2 , yaitu yang satu RW dengan sekolah. Tempat yang ditetapkan fokus ke-2 ini lebih luas dari fokus pertama.
  3. Fokus tiga
    Adapun fokus ke-3 dikasih ke peserta didik yang masih tetap ada pada sebuah kelurahan yang serupa dengan sekolah tujuan. Penetapan ini sedikit luas, namun masih tersisa sedikit permasalahan. Tersedianya atau daya tampung dari sekolah kadang masih tidak cukup atau kurang cukup.
    Ketentuan ini diterapkan dengan argumen masih tetap ada sekitaran 168 kelurahan yang berada di Jakarta belum mempunyai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sekitar 28 kelurahan belum juga mempunyai Sekolah Menengah Pertama (SMP).
    Beritanya, penyeleksian zonesi akseptasi peserta didik baru diperkecil dibanding peluang di tahun kemarin.
    Meskipun ada permasalahan sekolah yang mempunyai kebatasan daya tampung, masih tetap ada usaha yang sudah dilakukan oleh pemerintahan DKI Jakarta untuk menanganinya. Bila sekolah arah hampir sarat dengan fokus satu dan dua dalam zonesi, karena itu selesi yang diberi setelah itu penyeleksian umur.
    Maka akseptasi peserta didik baru ada yang ditetapkan berdasar usia atau umurnya. Penetapan ini, didasari pada daya tampung sekolah yang terbatas. Bila ada satu sekolah yang mempunyai daya tampung untuk peserta didik baru sekitar 100 pelajar dan 50% telah berisi dari fokus satu dan 25% yang lain telah diisikan oleh fokus dua, karena itu tersisa daya tampung itu akan disaring menurut persyaratan umur.
    Ada contoh yang memikat buat diberi. Misalkan, di SMA Negeri 8 Jakarta yang mempunyai daya tampung sejumlah 355 untuk peserta didik baru, sekitar 178 dari keseluruhnya pelajar sebagai peserta didik yang bisa lolos dari zonesi.
    Perincian pemilihan zonesi dari SMA Negeri 8 Jakarta itu ialah seperti berikut:
  4. Fokus satu
    Dikasih ke peserta didik baru yang berada tinggal di RT 02/RW 12, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta selatan.
  5. Fokus dua
    Dikasih ke peserta didik baru pada RT yang bertetangga dengan RT pada fokus satu, yakni RT 01/RW 12, Kelurahan Bukit Duri dan RT 14/RW 01, Kelurahan Daerah Melayu
  6. Fokus tiga
    Dan, fokus ke-3 , diberi pada peserta didik baru yang rumahnya ada di kelurahan yang pasti bersisihan lokasi sekolah itu. Yang diterima lewat fokus ke-3 ini ialah pelajar yang berada di kelurahan Daerah Melayu, Kelurahan Manggarai, dan Kelurahan Bukit Duri.
    Itu demikian keterangan berkaitan dengan ketetapan ketentuan zonesi DKI Jakarta yang baru.Memang, sedikit ada peralihan yang sudah dilakukan. Zonesi yang diberi semakin diperkecil, dan untuk ketentuan sekarang ini, umur tidak lagi jadi fokus utama khusus dalam ketentuan zonesi yang diterapkan.
    Ketentuan ini didasari pada Pasal 12 ayat (1) Peraturan gubernur 32/2021 yang lebih mengutamakan zonesi berdasar rumah atau domisili dari peserta didik baru yang ingin mendaftarkan sekolah. Ini cukup menjawab kritikan dari beberapa orang-tua siswa yang menjelaskan penyeleksian memakai persyaratan umur benar-benar diskriminatif pada peserta didik yang lebih muda.
Baca Juga  Ingin menjadi Gamers? Kenali Daftar Games Nomor 1 di Indonesia di Sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *