Panduan Budidaya Bawang Merah Bagi Pemula

Budidaya Bawang Merah Bagi Pemula Bawang merah merupakan salah satu jenis rempah-rempah dengan permintaan pasar yang tinggi dan harga yang stabil.

Seperti yang Anda ketahui, bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang paling penting karena masakan akan kehilangan rasa jika bawang merah tidak digunakan sebagai bumbu masakan.

Apalagi mayoritas makanan di Indonesia yang terkenal dengan rasa rempahnya yang kuat, bawang merah menjadi salah satu bumbu dapur yang wajib ada di setiap masakan.

Selain itu, bawang merah juga memiliki efek meningkatkan warna masakan. Tentu saja memilih membudidayakan bawang merah sangat tepat terlebih jika anda memiliki lahan yang luas.

Bawang merah memiliki keunggulan di sektor perawatan dan penanamannya.

Teknik Budidaya Bawang Merah

Budidaya Bawang Merah
Budidaya Bawang Merah

Tentu saja jika anda ingin mendapatkan untung berkali lipat anda bisa memilih berkebun bawang merah.

Memang tanaman ini rentan hama sehingga memerlukan pengetahuan tersendiri ketika hendak menanamnya.

Menanam bawang merah dimulai dengan memilih bibit yang unggul. Sebaiknya pilih umbi yang sudah tua sebagai bibit unggul.

Dengan bibit yang unggul, anakan bawang merah yang berkualitas bisa anda dapatkan secara baik. selain itu faktor tanah juga mempengaruhi produktivitas bawang merah anda, serta teknik pemupukan dan penyiramannya yang baik.

Di bawah ini akan lokerwilayah.com telah mengulah teknik budidaya bawang merah dari pemilihan bibit hingga proses panen yang bisa menambah informasi untuk anda.

1. Pemilihan bibit dan Pengolahan tanah

Bibit yang dipilih hendaknya yang berasal dari umbi yang sudah dipanen tua. Setelah itu, tanah diolah dengan cara bedengan dengan lebar 20-30 cm.

Setelah itu panjangnya disesuaikan dengan kondisi kebun. Jarak bedengan sebesar 50 cm yang bisa anda jadikan sebagai parit dengan kedalaman 50 cm.

Tambahkan kapur dan dolomit sebanyak 1.1.5 ton per hektarnya. Pupuk yang diperlukan untuk mengolah tanah adalah komps dan benih yang berumur kurang dari 2 bulan bisa dilakukan pemogesan terlebih dahulu. Jarak tanam untuk budidaya ini dipadatkan hingga 15×15 cm.

2. Perawatan budidaya bawang merah

Penyiraman bawang merah sebaiknya dilakukan dua kali sehari pagi dan sore. Ketika tanaman berumur 10 hari frekuensi penyiraman bisa dikurangkan hingga satu kali sehari.

Pemupukan dilakukan susulan dengan umur 2 minggu. Selain itu anda juga mesti menyiangi gulma sebanyak 2 kali dalam sehari terutama ketika musim hujan.

Pemberian pupuk susulan dilakukan bersamaan dengan penyianga agar lebih hemat biaya tenaga.

3. Pengendalian hama dan penyakit

Banyak jenis hama yang rentan dengan bawang merah. Misalnya saja hama ulat yang menyerang daun sehingga terlihat bercak putih.

Selain itu bisa daun terpotong akan terlihat seperti gigitan ulat. Hama ini bisa ditanggulangi dengan cara pemungutan manual dan kemudian telur ulat dimusnahkan.

Bisa juga dengan teknik fermon sex perangkat sebanyak 40 buah yang bisa anda gunakan per hektarnya.

4. Panen

Bawang yang siap panen memiliki kondisi 60-70 persen daun yang sudah mulai rebah. Selain itu anda bisa melakukan pemeriksaan umbi secara acak.

Khusus untuk pembenihan umbi lakukan dengan tingkat kerebahan hingga 90 persen. Budidaya ini memerlukan waktu 50 hingga 70 hari sejak pertama tanam.

Produktivitas bawang merah ini tergantung dari kondisi lahan dan cuacanya. Biasanya per hektarnya mencapai 3 hingga 12 ton.

Itulah beberapa teknik budidaya bawang merah yang bisa anda coba. Selamat mencoba dan semoga menuai hasil maksimal.