Urutan Komplet Mobil Dinas DKI Tubruk Pria Sampai Meninggal

Seorang pria separuh baya yang berinisial MM diguga meninggal karena tertabrak mobil di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Nahasnya, pengemudi dari mobil dinas DKI tubruk pria sampai meninggal itu sebagai anggota dari Dinas Pertamanan. MN sebagai sopir mobil diketahu menubruk MM sampai meninggal saat MM sedang olahraga di tepi jalan.
Peristwa itu persisnya terjadi pada kamis pagi 3 Juni 2021 di wilayah Banjir Saluran Timur (BKT) Jl. RS Soekamto, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pagi itu pria separuh baya yang dijumpai berumur sekitaran 59 tahun itu sedang olahraga pagi. Dan ketika bertepatan MN sebagai pengemudi mobil dinas DKI tubruk pria sampai meninggal melakukan penyimana di lokasi itu. MN menyirami tanaman dengan meluncur kea rah belakang atau secara mundur.
Karena kurang berhat-hati, body belakang truk selanjutnya menubruk seorang orang berjalan kaki yang sedang olahraga. Walau awalnya korban sempat mendapatkan bantuan dan akan dibawa ke puskesmas. Tetapi karena cedera pada bagian kepala yang kronis, korban telah wafat di perjalanan.
Beberapa langkah yang diambil karena mobil dinas DKI tubruk pria sampai meninggal

1. Sopir mobil bak jadi terdakwa

Sesudah lakukan penyidikan atas kasus ini, selanjutnya polisi memutuskan pengemudi mobil bak sebagai terdakwa. Polisi sudah memperoleh info dari beberapa saksi-saksi yang ketahui terjadian kejadian itu.
“Berdasar 2 orang sebagai saksi pada kejadian ini. Sopir truk bak dengan inisial MN telah kami tentukan sebagai tersagka,” Jelas AKP Tegar Achrianto sebagai Kanit Laka Lalu Polres Metro Jakarta pada Jum’at 4 Juni 2021.
Polisi menangkap MN dengan Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintasi dan Angkutan jalan karena kelalaiannya dalam berkendaraan.
Isi pada Pasal 310 UU Nomor 22 Tahun 2009 itu seperti berikut:
“Dalam soal kecelakaan sebagimana diartikan pada ayat 3 yang menyebabkan seseorang wafat, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau denda terbanyak Rp 12.000.000,000 (dua belas juta rupiah).”

Baca Juga  Sempat Ramai Beberapa Tahun Lalu, Berikut Pemicu Games Haram

2. MN tidak diaktifkan dari kedudukannya

Irfan Nurcahyo sebagai Kapusdatin Dinas Pertamanan wilayah DKI Jakarta menjelaskan. Jika MN kini sedang tidak diaktifkan dari jabatnnya. MN masih tetap alami shock atas peristiwa yang menerpa dianya itu.
“Betul kini sedang tidak diaktifkan. ia masih tetap terguncang menjadi yang berkaitan juga tidak bisa dibawa komunikasi banyak,” ungkapkan Kapusdatin Dinas Pertamanan, Ivan Nurcahyo ke reporter pada Jumat 4 Juni 2021.
Lebih kembali berlanjut Ivan menjelaskan jika dari faksi kelompok intern dinas pertamanan mempunyai proses sendiri. Terhitung terkait dengan karyawan yang lakukan kelengahan, terhitung mobil dinas DKI tubruk pria sampai meninggal. Dari faksi dinas pertamanan masih lakukan pengkajian atas peristiwa yang menerpa anggotanya itu dan masih menanti hasil penyidikan yang sudah dilakukan oleh polisi.
“Tentu saja kami mempunyai proses yang terarah bila ada kelengahan yang sudah dilakukan. Apa lagi kelengahan itu sampai menyebabkan berlangsungnya laka dan dan tewaskan seseorang. Tentu ada proses tetapi kami masih pelajari kembali sesuai hasil laporan yang diberi dari faksi kepolisian tentu saja,” lebih Ivan.

3. Dinas pertamanan berikan duka cita

Dinas pertamanan DKI jakarta sampaikan rasa bela sungkawa dan duka cita atas kecelakaan yang sesudah makan korban jiwa itu. Korban sudah disemayamkan di kabupaten purworejo propinsi jateng. Dari faksi dinas pertamanan akan berbicara secara intern dengan keluarga korban untuk mengusahakan bagaimana penuntasan terbaik yang sudah dilakukan secara kekerabatan.
“Bernegoisasi dengan keluarga untuk menyelesaikannya secara kekerabatan. dan yang berkaitan dengan proses penuntasan kasus laka yang sedang jalan sekarang ini ialah di antara faksi dinas dengan korban,” Lanjut Ivan.

4. Himbauan dari wagub DKI

Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta menyorot kejadian mobil bak air dari dinas pertamanan yang dijumpai menubruk pria separuh baya sampai meninggal itu. Ia menjelaskan semestinya saat melakukan tugas petugas agar lebih waspada.
“Siapa yang memakai kanggan daraan termasuk barisan dari kami pasti harus waspada,” ungkapkan Riza di balai kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat pada Jumat 4 Juni 202.

Baca Juga  Ayah Riang Ricis Wafat, Berita Nikmat dan Tidak Nikmat Mendekati Riang Ricis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *